INFORMASI TERKINI
Wys tans plasings met die etiket BERITA KRIMINAL. Wys alle plasings
Wys tans plasings met die etiket BERITA KRIMINAL. Wys alle plasings

Pencurian Sepeda Motor di Purbalingga Menggila

®WELCOME TO GHOSTNET-CREW™

Pencurian Sepeda Motor di Purbalingga Menggila

 Pencurian Sepeda Motor di Purbalingga Menggila

PURBALINGGA – Semakin banyaknya sepeda motor di Kabupaten Purbalingga memiliki berbagai efek samping, salah satunya semakin menggila kasus pencurian motor (curanmor).
Dari catatan Satreskrim Polres Purbalingga, selama 2012 hingga Maret sudah terjadi 16 kasus curanmor. Polisi sudah berhasil mengungkap sepuluh kasus.
Jumlah tersebut tergolong tinggi, karena pada 2011 hanya terdapat 17 kasus dan terungkap lima kasus.
Kapolres Purbalingga AKBP Ferdy Sambo melalui Kasubag Humas AKP Trasmaka, kemarin menjelaskan terjadinya suatu tindak kriminal karena adanya niat dan kesempatan dari pelaku. Niat itu bisa muncul kapan saja selama ada kesempatan.
Baru-baru ini jajarannya juga berhasil menangkap enam pelaku curanmor dari kelompok yang berbeda beserta seorang penadah. Dari tangan mereka disita barang bukti berupa sembilan unit motor, dan satu rangka motor.
Aksi yang mereka lakukan bermacam modus operandinya, mulai dari pencurian biasa hingga pencurian dengan tindak kekerasan (curas). Salah satu tersangka bahkan telah melakukan aksi pencurian motor hingga tujuh kali. Sebuah angka yang fantastis.

Naik Signifikan

“Banyak kasus curanmor yang terjadi karena kurang hati-hatinya korban mengawasi kendaraannya. Nah, itu kan memberi kesempatan bagi pelaku untuk melakukan aksi,” katanya kepada Suara Merdeka.
Berdasarkan buku catatan Unit Pelayanan Pajak dan Pengelolaan Aset Daerah (UP3AD)/Kantor Samsat Purbalinga, jumlah kendaraan bermotor selalu mengalami kenaikan signifikan.
Untuk roda dua pada 2010 tercatat mencapai 152.710 unit. pada 2011 naik menjadi 174.576 unit, dan hingga Maret 2012 ini naik menjadi 179.575 unit.
Kanit Regident Satlantas Polres Purbalingga Iptu M Ali Yusuf mengatakan jumlah kasus curanmor yang terjadi di Purbalingga berbanding lurus dengan jumlah sepeda motor.
“Dulu waktu motor sedikit pencurian sedikit. Sekarang motor banyak pencuriannya juga banyak,” katanya.
AKP Trasmaka menambahkan, polisi tak kurang-kurang melakukan kegiatan pencegahan. Patroli rutin juga selalu dilakukan setiap hari, baik siang maupun malam.
Imbauan kepada masyarakat untuk pencegahan terjadinya kasus curanmor terulang lagi juga selalu diberikan. “Permasalahan itu bukan hanya tanggung jawab polisi untuk mencegah, tetapi juga seluruh aspek masyarakat.”
Dia meminta kepada masyarakat untuk lebih waspada saat meninggalkan motor. Jika diparkir, maka parkir di tempat yang mudah diawasi dan jangan di tempat sepi. Jika hendak ditinggal, pastikan menggunakan kunci pengaman ganda. “Jangan sampai ‘mempertemukan’ kesempatan dengan niat pelaku.”

Sumber: http://kotaperwira.com

Perampok Toko Emas Kejobong Ditangkap

WELCOME TO GHOSTNET-CREW

Perampok Toko Emas Kejobong Ditangkap

 Perampok Toko Emas Kejobong Ditangkap

PURBALINGGA – Tiga kawanan perampok yang menggasak dua toko emas di Pasar Kejobong, Kecamatan Kejobong, Purbalingga, Selasa (20/3) lalu ditangkap oleh Polda Daerah Istimewa Yogyakarta di tempat terpisah pada waktu yang bersamaan.
Tersangka Adi Suhendri dan Mistoyo ditangkap di Ciamis, Jawa Barat, sedangkan Turohan ditangkap di Banjarnegara pada Sabtu (28/4). Mereka merupakan bagian dari kelompok perampok Sumatera, Jateng, Jatim yang melakukan aksi di beberapa lokasi. Jumlah komplotan tersebut ada 11 orang.
“Seluruh tersangka yang tertangkap ada tujuh. Yang empat adalah dedengkotnya dan masih buron. Kelompok yang ditangkap di Ciamis dan Banjarnegara ini juga melakukan pencurian di toko emas di Jobong Purbalingga bulan Maret 2012 lalu,” kata Direktur Reserse Kriminal, Polda DIY, Kombes Kris Erlangga Aji Widjaya, di Mapolda DIY, Kamis (3/5).
Dari tangan mereka diamankan barang bukti berupa Barang bukti yang berhasil diamankan adalah satu mobil Station Wagon L 300 warna silver nopol AB 1081 LB, satu sepeda motor Honda Vario Nopol AB 368 YO, satu unit motor Supra 125 Nopol AD 6361 SC, satu Honda Tiger Nopol B 6291 TQK dan satu selongsong FN dan satu proyektil FN.
“Mereka menggunakan tujuh pucuk senjata api, terdiri diri dari empat pucuk FN dan tiga senjata api rakitan. Barang bukti emas hasil aksi mereka belum ditemukan semuanya, karena dibawa pimpinan perampok yang berinisial WS yang belum tertangkap,” katanya.
Lebih lanjut, Kombes Kris Erlangga Aji Widjaya mengatakan, para tersangka perampok di Kejobong akan diserahkan ke Polres Purbalingga, karena tempat kejadian perkaranya berada di Purbalingga. “Rencananya Kasat Reskrim Polres Purbalingga akan datang menjemput mereka,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolres Purbalingga, AKBP Ferdy Sambo saat dihubungi lewat telepon belum dapat memberikan keterangan resmi terkait ditangkapnya perampok yang beraksi di Kejobong beberapa waktu lalu. “Jika sudah ada kepastian, nanti saya kabari,” katanya.

3 TKI Dibunuh Polisi Malaysia, Organ Tubuhnya Dipereteli

WELCOME TO GHOSTNET-CREW

3 TKI Dibunuh Polisi Malaysia, Organ Tubuhnya Dipereteli


3 TKI Dibunuh Polisi Malaysia, Organ Tubuhnya DipereteliJakarta– KabarNet: Malaysia kembali berulah. Kali ini tiga (3) orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ditembak mati oleh Polis Diraja Malaysia. Ketiga TKI asal Pancor Kopong, Pringgasela Selatan, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) masing-masing bernama Herman (34), Abdul Kadir Jaelani (25), dan Mad Nur (28) ditembak di bagian kepala dan diberondong tembakan peluru mematikan ke arah sekujur tubuh mereka. Bukan itu saja, beberapa organ tubuh mendiang 3 TKI tersebut juga hilang. Ada dugaan kuat bahwa beberapa organ tubuh mereka dipereteli untuk dijual kepada sindikat gelap yang bergerak dibidang perdagangan organ tubuh manusia.
Kejadian penembakan tiga orang TKI dan hilangnya beberapa organ tubuh mereka tersebut langsung menuai protes keras dari sejumlah pihak di Indonesia. Protes keras dilontarkan antara lain oleh Analis Kebijakan dari organisasi LSM Migrant Care, Wahyu Susilo, yang meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) agar bersikap pro-aktif dalam menangani kasus penembakan dan dugaan penjualan organ Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Tindakan pro-aktif tersebut dipandang perlu mengingat sampai saat ini motif penembakan itu masih belum jelas. “Kami ingin Kemenlu bertindak pro-aktif dalam kasus ini. Sehingga tidak hanya sekedar mengusut perdagangan organ saja tetapi penembakannya,” tandas Wahyu Susilo, Selasa (24/4/2012).
Dalam kasus penembakan TKI yang dilakukan oleh pihak kepolisian Diraja Malaysia tersebut, lanjut Wahyu, sampai saat ini masih belum jelas motifnya. Pasalnya para TKI itu tidak terdengar telah terlibat suatu kasus atau telah dieksekusi oleh pihak pengadilan Malaysia. “Kasus penembakan ini kan tidak jelas, karena belum ada eksekusi tapi langsung ditembak. Itu atas dasar apa?” protes Wahyu.
Migrant Care dalam hal ini meminta kepada Pemerintah khususnya Kemenlu agar menangani kasus ini dengan serius, lantaran kasus tindak kekerasan terhadap TKI di Malaysia sudah sering terjadi.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) M.Jumhur Hidayat menilai Polis Diraja Malaysia telah berbuat bengis dan sadis kepada TKI. Polis Diraja Malaysia beralasan menembak mati tiga orang TKI tersebut karena diduga berniat melakukan penyerangan saat akan ditangkap. “Penembakan di kepala dan juga memberondong peluru ke tubuh korban hingga meninggal jelas tindakan penanganan yang sangat aneh, barbar, sekaligus sadis. Harusnya kan ada cara lain untuk melumpuhkan para TKI itu dan tidak perlu ditembaki dengan bengis,” protes Jumhur, Senin (23/4/2012).
Jumhur mengatakan bahwa Ia telah berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur pada hari Senin (23/4/2012), dan memperoleh penjelasan bahwa peristiwa penembakan sadis itu terjadi pada 25 Maret 2012 dini hari di kawasan Port Dickson di Malaysia. Akibat cara penanganan yang tidak patut tersebut, lanjut Jumhur, nyawa tiga orang TKI masing-masing Herman (34), Abdul Kadir Jaelani (25), dan Mad Nur (28) meninggal secara mengenaskan.
Di tempat lain, Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin, menyerukan agar pemerintah Indonesia harus berani mengambil langkah tegas dalam kasus penembakan dan penjualan organ TKI di Malaysia itu. Bahkan, menurutnya, Indonesia harus segera mengirim nota diplomatik kepada pemerintah Malaysia untuk mempertanyakan kasus ini. “Komisi I sudah minta kepada Kemenlu agar bekerja sama dengan Kemenakertrans dan Polri untuk segera melakukan investigasi dan, kalau perlu, bersama sama dengan pemerintah Malaysia, Kemenlu juga harus segera mengirim nota diplomatik meminta penjelasan kepada pemerintah Malaysia lewat kedubesnya di Jakarta,” ujar TB Hasanuddin, Selasa (24/4/2012).
Apabila kasus penembakan dan penjualan organ itu terbukti benar, lanjut TB Hasanuddin, maka tindakan itu adalah tindakan bejat yang tidak berperikemanusiaan. Bahkan pihaknya meminta pelakunya tersebut dihukum berat. “Kalau memang terbukti telah terjadi pengambilan organ tubuh terhadap TKI yang meninggal di Malaysia, itu merupakan tindakan bejat dan patut dihukum berat. Masalah ini harus diusut tuntas, agar tidak terjadi lagi dimasa masa yang akan datang. Ini dapat dikatagorikan sebagai kejahatan berat,” tegasnya.
Sementara itu reporter dan koresponden KabarNet di Kuala Lumpur, Fahmi bin Cik Mat bin Cik Hussein, melaporkan bahwa pihaknya masih belum berhasil mengorek informasi secara lebih detail dari pihak Polis Diraja Malaysia maupun dari Ministry of Foreign Affairs Malaysia (Kementrian Luar Negeri Malaysia). Kedua lembaga pemerintah Kerajaan Malaysia tersebut, menurut Fahmi, sama-sama mengatakan akan memberi penjelasan secara resmi kepada pemerintah Indonesia apabila diminta.
“Authorized Officers of Polis Diraja Malaysia and Ministry of Foreign Affairs, for the time being, have both refused to clarify this matter in detail and unofficially to the media. They will officially reply and explain further details concerning this matter upon official request from Indonesian Government,” tulis Fahmi dalam surat elektronik kepada Redaktur KabarNet, Selasa (24/4/2012). (Terjemahan: Aparat berwenang di Polis Diraja Malaysia dan Kementrian Luar Negeri Malaysia, kedua pihak menolak untuk memberikan klarifikasi seputar masalah ini secara detail dan tidak secara resmi kepada media. Mereka akan memberikan jawaban secara resmi dan keterangan lebih mendalam mengenai masalah ini saat diminta secara resmi oleh pemerintah Indonesia).
Atas kejadian ini, Pemerintah Indonesia akan meminta verifikasi tentang situasi yang menyebabkan tiga warga negara Indonesia ditembak mati oleh polisi Malaysia. Hal itu dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Selasa (24/4/2012). “Kita sangat prihatin seandainya ada ketidakwajaran dalam proses penanganan mereka,” ujar Marty sebagaimana sudah diberitakan oleh KabarNet

5 Pembunuh Mahasiswi UIN Ditangkap, Sempat Memperkosa Sebelum Menggorok

WELCOME TO GHOSTNET-CREW

5 Pembunuh Mahasiswi UIN Ditangkap, Sempat Memperkosa Sebelum Menggorok


5 Pembunuh Mahasiswi UIN Ditangkap, Sempat Memperkosa Sebelum Menggorok

Kapolres Metro Kabupaten Tangerang Kombes Pol Bambang Priyo Andogo menunjukkan foto otak pembunuhan/Dira Derby-detikcom

Tangerang Polres Metro Kabupaten Tangerang akhirnya berhasil meringkus pembunuh mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Kota Tangsel, Izzun Nahdiiyah (24). Sebelum dibunuh, korban yang berasal dari Lamongan, Jawa Timur, itu diperkosa bergiliran.

Korban diketahui semester 12 dan tinggal di wilayah Ciputat, Kota Tangsel, itu dibunuh dengan cara digorok lehernya pada Sabtu (7/4/2012) lalu. Mayat korban yang mengenakan jilbab dibuang di Jalan Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, sekitar pukul 05.30 WIB.

Kasat Reskrim Polres Metro Kabupaten Tangerang Kompol Shinto Silitonga mengatakan, pelaku berjumlah enam orang. Otak dari pembunuhan adalah pacarnya yang merupakan salah satu 'tokoh pemuda' di Kabupaten Tangerang.

"Kami baru berhasil menangkap 5 orang, sementara 1 orang yang menjadi otaknya yang tidak lain pacarnya sendiri belum berhasil ditangkap," katanya, Selasa (24/4/2012).

Motif pembunuhan, menurut Shinto, karena laptop korban dipinjam pacarnya. Kemudian, pelaku menjual laptop tersebut Rp 1,3 juta.

"Namun, tersangka bilang ke korban, laptopnya sedang diservis. Karena didesak terus, tersangka kesal," katanya.

Pelaku dengan tersangka menjalin hubungan sekitar tiga bulan yang lalu.

Kapolres Metro Kabupaten Tangerang Kombes Pol Bambang Priyo Andogo mengatakan, dari enam pelaku, empat orang sempat memperkosa termasuk otak pelaku yang bernama Muhammad Soleh alias Oleng (33), warga Kampung Garedog RT1/5 Desa Rancabuaya Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang. "Empat orang dari enam tersangka sempat memperkosa secara bergiliran di rumah tersangka Muhammad Soleh," ujarnya.

Korban, kata dia, dijemput dari tempat kosnya, kemudian dibawa ke rumah tersangka. Sesampai di sana, korban diperkosa secara bergiliran. Kemudian setelah itu, korban mandi, sehingga tidak ditemukan cairan sperma pada mayat korban. Setelah mandi, korban dipukul dengan batu, bahkan salah satu pelaku menggorok korban.

"Kami sebar foto DPO-nya. Agar masyarakat segera menginformasikan keberadaan tersangka ini kepada kami," ujarnya.

Kapolres mengaku, kelima tersangka yang sudah ditangkap ini belum bisa diberitahukan identitasnya. "Karena otaknya belum belum bisa kami tangkap," katanya.

Izzun Nahdiiyah ditemukan tewas di Jalan Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, sekitar pukul 05.30 WIB, Sabtu (7/4/2012). Saat ditemukan, kondisinya mengenaskan, yakni leher tergorok seperti akan putus. Korban mengenakan jilbab warna putih, celana hitam, baju hijau dengan dalaman kaos warna loreng.
Aangedryf deur Blogger.

Social Icons

Social Icons

MARI BERTEMAN SOB...!!

Featured Posts

 
Support : Mazkit | GUMIWANG | Underground
Copyright © 2013. BLOG INFORMASI - All Rights Reserved
Template Modifed by GHOST.NET Published by HORROR-INDO
Proudly powered by Blogger