INFORMASI TERKINI
Wys tans plasings met die etiket SEPUTAR PURBALINGGA. Wys alle plasings
Wys tans plasings met die etiket SEPUTAR PURBALINGGA. Wys alle plasings

KECELAKAAN MAUT DI GEMBRUNGAN - PURBALINGGA

Welcome To GHOST.NET

KECELAKAAN MAUT DI GEMBRUNGAN - PURBALINGGA

KECELAKAAN MAUT DI GEMBRUNGAN - PURBALINGGA



Sebuah kecelakaan maut yang terjadi di daerah gembrungan, kecamatan kaligondang, kabupaten purbalingga (20/01/2014 ),  kembali menelan korban jiwa.
kali ini korbannya adalah sepasang muda mudi yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas daerah purbalingga.

Menurut saksi mata yang pada saat itu berada di sekitar lokasi kejadian, sepasang muda mudi ini hendak menyalip sebuah bus ,namun behubung jalan raya yang rusak, sang pengendara sepeda motor tidak dapat menghindari lubang di depannya, alhasil sepeda motor yang mereka kendarai menabrak lubang tersebut dan mengakibatkan sepeda motor oleng kemudian terguling, sang pengendara pria terpental ke pinggir jalan raya, namun malang bagi sang wanita yang tak lain adalah pacarnya itu terjatuh di tengah jalan raya dan terlindas oleh bus yang mereka salip... 

badan wanita tersebut masuk ke dalam kolong bus dan terlindas di sekitar bagian lengan,leher dan kepalanya.
sang wanita meninggal di tempat kejadian sedangkan pacarnya di kabarkan kritis.
kedua korban kecelakaan ini segera di larikan ke rumah sakit umum daerah purbalingga, di bantu oleh warga sekitar yang melihat kejadian.

Dan kabar terakhir sampai berita ini di tulis, sang pria juga ikut meninggal dunia karena luka yang cukup parah.

berikut video rekaman amatir yang di ambil oleh salah seorang warga yang pada saat peritiwa kecelakaan itu terjadi berada di lokasi kejadian :





Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih berhati hati lagi dalam mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya.

dan semoga amal dan ibadah korban dapat di terima di sisi-Nya juga bagi keluarga yang di tinggalkan semoga di beri ketabahan.

Video Porno Siswa SMP Purbalingga Beredar

Welcome To GHOST.NET


Video Porno Siswa SMP Purbalingga Beredar


Video Porno Siswa SMP Purbalingga Beredar


PURBALINGGA- Aksi muda-mudi yang masih bersekolah di salah satu SMP di Purbalingga ini benar-benar terlalu. Beberapa hari terakhir, di Purbalingga khususnya di wilayah kecamatan Kaligondang dihebohkan dengan beredarnya video tak senonoh dua remaja tersebut.
Video yang berisi adegan intim layaknya suami istri dengan durasi kurang lebih 10 menit itu beredar di masyarakat luas.
Berdasar penelusuran Radarmas, kedua remaja itu diduga kuat berasal dua desa di wilayah kecamatan Kaligondang. Namun asal mula video itu beredar, warga tidak mengetahui.
Dalam video itu, mereka berbuat mesum di kamar mandi dengan santai. Keduanya bergantian merekam adegan itu sembari tersenyum. Dari video itu itu diduga mereka masih usia belasan. Kabar yang beredar, kedua remaja itu bersekolah di salah satu SMP di Purbalingga.
“Saya hanya dapat video dari teman. Katanya dua anak itu berasal dari salah satu desa di Kaligondang. Tapi saya tidak tahu kebenarannya,” ujar beberapa warga yang tak bersedia namanya disebut, semalam.
Sayangnya video amatir itu tidak bisa menampilkan suara apapun. Sehingga belum bisa diketahui percakapan selama adegan berlangsung. Namun dari adegan yang ada, memperlihatkan perbuatan itu dilakukan dengan dasar mau sama mau. .
Sementara itu, di kalangan sopir angkutan umum angkot di terminal Purbalingga ada yang sudah mengantongi video itu. Ia juga mengaku hanya mendapatkan dari orang lain dan tidak bersedia menyebutkan sumbernya.
Saat Radarmas mencoba menyusuri sumber merebaknya video itu, banyak warga yang bungkam. Namun menyatakan jika video itu sudah beredar hampir sepekan. Banyak juga kalangan pekerja pabrik di wilayah Kaligondang yang sudah melihat video panas itu.
Kapolsek Kaligondang, AKP Sudarno mengakui adanya peredaran video tak senonoh itu. Namun dia belum menerima laporan resmi dari masyarakat maupun pihak terkait. Hanya saja ia dan jajarannya masih melakukan penyelidikan mendalam.
“Belum ada laporan resmi masuk. Namun anggota sudah turun ke lapangan dan mengumpulkan data di lapangan. Kita belum bisa berbicara banyak,” katanya ketika dihubungi Kamis (9/1 malam.
Sementara, dari Cilacap dikabarkan, pengalaman pahit menimpa FS (13) warga Gumilir Kecamatan Cilacap. Perempuan dibawah umur itu diperlakukan tidak senonoh oleh dua pemuda pada Juli 2013 lalu.
Akibat perbuatanya dua pemuda bejad tersebut, orang tua FS melaporkannya ke Mapolres Cilacap. Hasilnya, salah satu tersangka TA (17) berhasil diringkus polisi. Sementara pelaku lainya masih dalam pengejaran .
Kapolres Cilacap AKBP Andry Triaspoetra SiK melalui Kasubaghumas AKP Siti Khayati SH menjelaskan, setelah mendapatkan laporan dari orang tua korban, polisi langsung menjemput tersangka TA di Desa Jambusari Kecamatan Jeruklegi. Polisi sampai saat ini masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap kasus tersebut. Pasalnya, ada beberapa keterangan yang mana korban dan tersangka mengaku lupa. “Salah satu tersangka ditahan guna mempermudah proses hukum yang sedang berjalan. Kita masih selidiki motif dan kronologis kejadian, petugas masih memburu satu tersangka lain,” jelasnya.
Peristiwa yang menimpa FS (13) terjadi di pekarangan kosong dekat tower pemancar selular, Desa Jambusari, Kecamatan Jeruklegi. Perilaku bejad kedua tersangka itu dilakukan disaat kondisi dalam keadaan sepi.
Saat itulah korban “digilir”. Korban yang merupakan warga Kelurahan Gumilir, Kecamatan Cilacap mengaku tidak menceritakan kejadian yang dialaminya karena diancam oleh tersangka. “Kami masih menyelidiki kasus ini, dan untuk TA sudah kita tahan sejak 7 januari 2014 lalu,” tegasnya.
Karena masih dibawah umur, dalam menghadapi proses hukum ini, tersangka didampingi oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) Purwokerto untuk mendapatkan perlindungan baik fisik, mental, spiritual maupun sosial sesuai dengan prinsip-prinsip Konvensi Hak-Hak Anak dan Undang-Undang Perlindungan Anak.
Dalam hal ini, Bapas akan menerjunkan Pembimbing Kemasyarakatan yang bertugas membantu memperlancar tugas penyidik, penuntut umum dan hakim dalam perkara anak nakal, baik didalam maupun di luar sidang anak.(amr/adi/dis)


sumber : radarbanyumas

TENTANG PURBALINGGA

Welcome To GHOST.NET

 TENTANG PURBALINGGA


 TENTANG PURBALINGGA

Kabupaten purbalingga, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah purbalingga. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Pemalang di utara, Kabupaten Banjarnegara di timur dan selatan, serta Kabupaten Banyumas di barat.

GEOGRAFI

Purbalingga berada di cekungan yang diapit beberapa rangkaian pegunungan. Di sebelah utara merupakan rangkaian pegunungan (Gunung Slamet dan Dataran Tinggi Dieng). Bagian selatan merupakan Depresi Serayu, yang dialiri dua sungai besar Kali Serayu dan anak sungainya, Kali Pekacangan. Ibukota Kabupaten purbalingga berada di bagian barat wilayah kabupaten, sekitar 21 km sebelah timur Purwokerto.

PEMBAGIAN ADMINISTRATIF

Kabupaten purbalingga terdiri dari yang dulunya18 kecamatan,sekarang sudah menjadi 23 kecamatan akibat pemekaran wilayah yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan purbalingga.

INDUSTRI

Di purbalingga ada banyak industri dengan bahan baku rambut manusia untuk dijadikan bulu mata palsu (eye-lash) atau juga dibuat "wig" atau rambut palsu serta sanggul maupun hair piece yang dipasang untuk memberikan tambahan rambut atau juga high-light secara temporer di rambut kita. Keistimewaan lain adalah industri knalpot yang merupakan transformasi dari industri kuali dan panci tembaga. Knalpot Braling cukup terkenal di kalangan pemilik mobil, sbg alternatif suku cadang murah.

PARIWISATA

Wisata alam yang terdapat di kabupaten ini adalah 'Gua Lawa' yang terletak di Kecamatan Karangreja, 25 km sebelah utara purbalingga. Obyek wisata lainnya adalah Desa Wisata Karangbanjar, yakni permukiman tradisional yang juga terdapat kerajinan rumah tangga; dan Monumen Jenderal Soedirman di Kecamatan Rembang.
Objek wisata air Bojongsari (Owabong) juga merupakan objek wisata favorit. Saat ini ada banyak arena bermain yang melengkapi Owabong ini. Di samping kolam renang juga ada kolam arus, arena go-kart, water boom, arung jeram, permainan air dan sebagainya. Benar-benar suatu tempat yang layak dikunjungi.
Pendakian Gunung Slamet dapat dimulai dari Pos Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja. Rute ini termasuk rute paling populer bagi para pendaki.
Museum tempat kelahiran P.B Jenderal soedirman,yang terletak di kec. Rembang.museum tersebut memiliki patung jendral Soedirman,ranjang kayu tempat beliau tidur waktu bayi,perpustakaan,masjid,dan relief kisah kehidupanya(by:ank)

KULINER

Makanan yang paling dikenal di purbalingga adalah "mendoan"; ini adalah makanan yang dibuat dari tempe kedele. Istimewanya, pembuatan mendoan diproses mulai dari saat membuat tempenya; jadi mendoan tak bisa dibuat dari sembarang tempe. Tempe mendoan adalah tempe tipis yang dibuat melebar/meluas. Untuk membuat mendoan, tempe ini di beri tepung yang dibumbu garam, ketumbar dan daun bawang. Digoreng sebentar sehingga masih terasa lunak, bila digoreng agak lama akan menjadi tempe "muledi" yang sedikit agak liat. Lebih lama lagi sampai kering maka disebut tempe "keripik".
Purbalingga juga dikenal sebagai tempat pabrik Slamet, yang memproduksi permen "Davos" sejak tahun 1931, permen ini sangat dikenal sejak zaman dulu. Sroto (di purbalingga, soto disebut sroto, entah kenapa) juga terkenal, terutama soto kriyiknya. Di sini setelah daging ayam disuwir untuk sroto maka "rongkong"nya (tulang dada)digoreng kering dan disajikan sebagai lauk sroto. Rasanya garing dan kriyik-kriyik, itu sebabnya disebut sroto kriyik. Rasanya, wah ok punya. Ada lagi, makanan camilan yang disebut nopia, asalnya juga dari purbalingga, sekitar tahun 50 an keluarga Ting Lie Liang memulai usaha bikin penganan nopia yang juga disebut telor gajah. Bantuknya putih dari tepung terigu berisi gula jawa. Sekarang nopia yang lebih dikenal adalah buatan pak Narwan dari Banyumas. Pak Narwan ini adalah mantan karyawan dari pabrik nopia original di Puirbalingga.

TOKOH TERKENAL

Jenderal Soedirman, jenderal besar pertama di Indonesia. Legenda dalam dunia militer Indonesia, pakar perang gerilya dan terkenal gigih dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Syekh Nahrawi al banyumasyi, Beliau adalah seorang ulama yang sangat masyhur di tanah Arab. Beliau banyak mempunyai murid dan bahkan menjadi hakim agung di Arab Saudi (lihat; Islam transformasi; Azyumardi Azra; Gramedia; 1997). Syeh Nahrowi ini wafat pada tahun 1926 di Makkah.
KH Abu 'Amar, beliau adalah kakak dari Syeh Nahrowi al Banyumasi. KH Abu 'Amar ini adalah seorang intelektual muslim yang sangat disegani tidak saja pada regional Banyumas akan tetapi juga nasional. Kancah beliau di tingkat nasional bisa ditelusur ketika beliau berteman akrab dengan seorang hakim belanda yang sangat terkenal yaitu Prof. Terrhar. Diskusi yang intens KH 'Abu 'Amar ini dengan Terhar ini kemudian memunculkan perlunya sebuah peradilan bagi kaum inderland tersendiri yang terpisah dengan landrat yang ada ketika itu. Peradilan ini hanya diberlakukan buat kaum inderlands yang berhubungan dengan hukum-hukum perdata (Begerlijc Wetbook). Sektor yang diurus oleh peradilan ini meliputi pernikahan, perceraian, hukum waris. Peradilan ini kemudian dikenal dengan Pengadilan Agama, yang peradilan agama ini telah berkembang sekarang sampai keseluruh persada nusantara. Dalam sejarah peradilan di Indonesia, pengadilan agama ini sekarang telah menjadi salah satu dari empat peradilan di Indonesia. Dan sekarang pengadilan Agama telah sama kedudukannya dengan pengadilan umum serta dibawah satu    atap Mahkamah Agung. Bahkan kewenangan Pengadilan Agama kini telah meluas tidak saja hal-hal yang berkenaan denngan hukum Perdata tapi juga menerima sengketa pidana yang bersifat syariah.
KH Mohammad Ngisom, beliau adalah putra dari KH Abu 'Amar. Beliau merupakan ulama yang sangat disegani di Nusantara. Beliau pada masa mudanya berdakwah tidak saja di Indonesia tapi juga di Singapura, timur tengah bahkan sampai Rusia. Penuturan secara lisan yang writer himpun menyatakan bahwa ketika beliau di singapura melakukan dakwah sampai hampir puluhan tahun. Sampai kemudian beliau mempunyai istri orang singapura. Tidak hanya itu sekembalinya beliau berdakwah melanglang buana, kemudian beliau juga aktif di partai politik masyumi. Karier politik beliau cukup cemerlang dengan menjadi ketua DPRD Kab. purbalingga pertama kalinya.
KH R Abdul Mu'in, cucu dari KH Abu 'Amar. Kemudian ada pula Drs. H Abbas Mu'in MA.
Abdullah Sya'roni, SH., adalah mantan duta besar RI yang berkuasa penuh atas negara syiria, lebanon dan palestina. beliau juga adalah putra asli Kauman purbalingga, yang juga masih berkait erat keturunan KH Abu'Amar.
KH Ahsin Ma'ruf, beliau ini asalnya dari desa Kertanegara purbalingga. Masa mudanya beliau habiskan beraktivitas di organisasi keagamaan. Hingga kemudian beliau mewakili purbalingga untuk duduk di DPRD Propinsi jawa Tengah periode 1971-1977.
H. Supriyadi, beliau berasal dari desa Kalijaran kecamatan Karanganyar. masa mudanya memang telah bergelut dengan dunia politik. Baginya politik itu adalah sesuatu yang sangat mengasikkan. Belaiu adalah putra dari KH Hisyam Amrullah, seorang panutan yang sangat disegani di purbalingga. KH Hisyam ini merupakan ulama yang sangat pilihan terutama dibidang falaq atau astronomi dan beliau ini juga banyak sekali menciptakan dan telah diterbitkan syair-syair karangan beliau yang berupa puji-pujian. Terakhir beliau menjabat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan  Rakyat periode 1984-1989 utusan daerah. 


20 Desa di Purbalingga Serentak Gelar Pilkades

WELCOME TO GHOSTNET-CREW

 20 Desa di Purbalingga Serentak Gelar Pilkades


PURBALINGGA, suaramerdeka.com - 20 desa di Kabupaten Purbalingga serentak mengadakan pemilihan kepala desa (pilkades).
Asisten Pemerintahan Sekda Purbalingga Kodadiyanto menjelaskan, 20 desa itu tersebar di 13 kecamatan. Adapun Kecamatan itu meliputi Kemangkon (Desa Bokol), Bukateja (Bajong), Kejobong (Nangkasawit, Lamuk), Kaligondang (Sinduraja), Kalimanah (Jompo), Kutasari (Karangcegak), Bobotsari (Pakuncen, Limbasari, Palumbungan Wetan), Karangreja (Karangreja), Rembang (Wlahar), Karanganyar (Karanggedang), Bojongsari (Karangbanjar, Pekalongan, Metenggeng), Pengadegan (Tetel, Pasunggingan, Panunggalan) dan Kertanegara (Mergasana).
"Ada 58 calon kades yang berlaga untuk memperebutkan 20 lowongan pemimpin tertinggi di desa itu," katanya.
Dari calon tersebut terinci sebanyak 23 orang berasal dari wiraswasta, karyawan swasta 9 orang, perangkat desa 9, pensiunan PNS 8, PNS 3, guru 2, ibu rumah tangga 2, dan profesi lain 2 orang.
Persaingan ketat diprediksi terjadi di Desa Karangreja (Kecamatan Karangreja) dengan enam calon. Kemudian di Desa Limbasari (Bobotsari), Mergasana (Kertanegara) dan Desa Jompo (Kalimanah) masing-masing dengan lima calon. Namun, tidak menutup kemungkinan persaingan ketat justru terjadi pada desa yang hanya memiliki dua atau tiga calon.
Dari 20 desa itu, ada dua desa yang memiliki satu calon yakni, Desa Metenggeng, Kecamatan Bojongsari, dan Desa Nangkasawit, Kecamatan Kejobong.



TAHUN PRODUK LOKAL ASLI PURBALINGGA (2014)

Welcome To GHOST.NET


TAHUN PRODUK LOKAL ASLI PURBALINGGA (2014)



TAHUN PRODUK LOKAL ASLI PURBALINGGA (2014)

Wakil Bupati Drs Sukento Rido Marhaendrianto MM mencanangkan tahun 2014 sebagai “Tahun Produk Lokal Asli Purbalingga”. Hal ini disampaikan Wabup saat memberikan sambutan pada Resepsi Hari jadi ke-183 Kabupaten Purbalingga di Pendapa Dipokusumo, Rabu (18/12) malam.
“Saya sudah perintahkan Kepala Dinperindagkop, untuk mencari cara bagaimana memantapkan produk-produk lokal Purbalingga menjadi lebih berdaya saing,” kata Wabup.
Wabup meminta masyarakat rela berkorban untuk menggunakan produk batik tulis Purbalingga, meski harganya agak sedikit mahal. “Yang saya pakai ini, adalah produk batik tulis asli Purbalingga,” kata Wabup sambil menunjukan kemeja batik warna hijau yang dipakainya.
Wabup mencontohkan, air mineral yang disuguhkan untuk jamuan resepsi, merupakan produk lokal dari Perusda PDAM Purbalingga. PDAM, lanjut Wabup, telah mampu memproduksi air mineral dengan kualitas baik, dalam kemasan gallon dan kemasan botol.
Pencanangan tahun 2014 sebagai tahun produk lokal asli Purbalingga, menurut Wabup, untuk memberikan semangat kepada para steakholder pemda dan masyarakat pelaku usaha yang menghasilkan produk lokal.
Harapannya, ekonomi Purbalingga dapat berputar lebih baik lagi. Dengan bergeraknya sektor usaha lokal, juga diharapkan mampu mengatasi permasalahan kemiskinan yang masih membelit Purbalingga.
Sementara untuk tahun 2013 ini, tambah Wabup, menjadi tahun prestasi bagi kabupaten Purbalingga, karena ternyata banyak prestasi yang telah ditorehkan baik oleh perseorangan, lembaga maupun pemkab sendiri. Seperti diungkapkan Wabup pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD (17/12) dan Upacara Hari Jadi di Alun Alun (18/12) bahwa prestasi kabupaten Purbalingga jumlahnya mencapai 98 jenis.
“Kalau ditambah satu prestasi lagi, maka jumlahnya sama dengan nomor kendaraan dinas Wakil Bupati R 99. Dan ternyata, saya baru menerima kabar, kalau pecatur Purbalingga Lutfi Ali berjaya di arena Sea Games, mendapat satu medali emas,” ungkap Wabup bangga.
Acara resepsi merupakan rangkaian peringatan hari jadi Purbalingga yang diisi dengan berbagai penampilan seni budaya. Selain organ tunggal, acara malam itu, dimeriahkan tampilnya seni Begalan dari Kecamatan Kaligondang dan pentas Tari Rumekso persembahan Pemkab Banyumas. Konon, tari Rumekso ini, diciptakan oleh mantan bupati Banyumas, Mardjoko.
Menutup kemeriahan malam resepsi, ditampilkan pelantun lagu Bolo – Bolo,  Tina Toon bersama kelompoknya Tina With D’girls. Penampilan empat dara jelita ini, makin membuat riuh suasana Pendapa Dipokusumo. Apalagi saat sejumlah pejabat Purbalingga diminta tampil ke pentas untuk diajak bernyanyi bersama. Tina menyudahi penampilannya dengan lagu Kemesraan yang dinyanyikan bersama Wakil Bupati dan istri, Ketua DPRD, dan seluruh Muspida.
Sebelumnya, pada pagi hari (18/12), usai upacara di Alun Alun, masyarakat juga dihibur penampilan tari kolosal Lenggasor yang dimainkan oleh 115 penari. Yang lebih spektakuler, adalah tampilnya atraksi pesawat udara Jupiter Aerobatic Team (JAT), yang menempilkan sejumlah maneuver udara dan towing banner membawa spanduk Dirgahayu Kab. Purbalingga ke-183. 

Siswa MAN 1 Purbalingga Tewas Setelah Menghantam Truk

WELCOME TO GHOSTNET-CREW.BLOGSPOT.COM


Siswa MAN 1 Purbalingga Tewas Setelah Menghantam Truk




Siswa MAN 1 Purbalingga Tewas Setelah Menghantam Truk

MOTOR KORBAN: Motor korban kecelakaan, Sigit Ade Kurniawan (17) pelajar MAN 1 Purbalingga diamankan anggota Sat Lantas Polres Purbalingga. (suaramerdeka.com/ Ryan Rachman)
PURBALINGGA, suaramerdeka.com – Kecelakaan maut terjadi di ruas Jl Penaruban-Kaligondang, Purbalingga, Jumat (12/4) sekitar pukul 14.00 Wib. Sigit Ade Kurniawan (17) pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Purbalingga warga RT 11 RW 5 Desa/Kecamatan Pengadegan, Purbalingga tewas.
Sigit tewas tak berapa lama setelah sepeda motor yang dikendarainya, Yamaha Vixion bernomor polisi R-2100-AL menabrak truk.
Menurut saksi mata, Hendri, sebelum kecelakaan terjadi, Sigit mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi. 
Ketika itu korban hendak mendahului sebuah truk yang belum nomor polisinya. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan muncul sebuah mobil yang juga belum diketahui nomor polisinya.
Diduga korban kaget lalu mengerem mendadak, namun motor yang dikendarainya oleng, akhirnya menghantam truk yang akan didahului itu,
"Duar, motornya jatuh, anaknya terpental sekitar 10 meter," kata Hendri kepada wartawan.
Warga yang melihat kejadian segera menolong korban. Salah satu warga memberitahu kejadian itu ke polisi. Tak lama kemudian, anggota Sat Lantas Purbalingga datang ke lokasi kejadian danmembawa korban ke RSUD Goetheng Tarunadibrata.
Korban mengalami luka patah tulang rahang atas dan bawah serta patahtangan kiri. Nahas, karena luka yang dialami cukup berat, korban akhirnya meninggal sebelum sampai ke rumah sakit.
Kanit Laka Sat Lantas Polres Purbalingga, Inspektur Satu Galuh Pandu Pandega mengatakan, kecelakaan diduga karena korban menjalankan kendaraan dengan kecepatan tinggi dan tidak bisa menguasainya saat ada kendaraan dari arah berlawanan.
"Truk yang disalip dan mobil itu sampai saat ini belum diketahui nomor polisinya. Korban Sigit, siswa MAN 1 Purbalingga warga Desa Pengadegan," katanya.
Lebih lanjut, dia meminta kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam berkendara untuk menghindari kecelakaan. Terlebih jalan lokasi kejadian merupakan jalur sempit dan dilalui banyak kendaraan.

Waspadai Konflik Pilkades Antar pendukung

WELCOME TO GHOSTNET-CREW.BLOGSPOT.COM


Waspadai Konflik Pilkades Antar pendukung

Waspadai Konflik Pilkades Antar pendukung



PURBALINGGA - Rencana, Hari Minggu besok (17/11) Purbalingga kembali menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahap tiga. Meski belum terlihat, konflik antarpendukung calon kades diwaspadai dan diantisipasi agar tidak terjadi.
Ketua Pelaksana Harian Tim Pembina Desk Pilkades Pemkab Purbalingga, Satya Giri Podo, mengatakan untuk kerawanan konflik antarpendukung hingga saat ini belum terlihat.
Namun ada beberapa desa yang menjadi perhatian lebih, terutama desa dengan dua calon kades. Desa itu adalah Muntang, Palumutan (Kecamatan Kemangkon) dan Desa Gumiwang (Kecamatan Kejobong).
”Jika dua calon, massa pendukung akan terpecah hanya menjadi dua kubu. Tingkat kewaspadaan perlu ditingkatkan,” kata Kepala Badan Kesatuan Kebangsaan Politik Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Purbalingga tersebut. Selain itu, ada desa yang calon kades akan melawan kotak kosong, yaitu Kalitinggar Kidul (Kecamatan Padamara) dan Banjaran (Kecamatan Bojongsari).
Adapun desa lainnya, memiliki tiga calon kades. ”Masing-masing memiliki karakter berbeda-beda. Kewaspadaan dan perlakuannya pun berbeda. Namun demikian, proses tahapan pilkades harus diperhatikan betul-betul.
Harus transparan baik dari panlak maupun panwas,” katanya. Giri menambahkan, pihaknya sudah melakukan rapat berkali-kali untuk proses pilkades serentak tahap tiga kali ini. Wacana-wacana kemungkinan buruk yang bisa terjadi sudah diutarakan sebagai antisipasi. ”Kita juga meminta kepada panwas agar tak henti-hentinya melakukan sosialisasi untuk mencegah terjadinya konflik di masyarakat. Intinya santiaji,” katanya.
Kepala Sub Bagian Pemerintahan Desa pada Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Purbalingga, Bambang Kun Mardhani, mengatakan sejauh ini pihaknya belum mendapatkan informasi adanya benih konflik antarpendukung bakal calon kades. ”Saat ini masih landai.
Mungkin belum penetapan bakal calon menjadi calon. Sesuai jadwal penetapan itu mulai 9-15 November,” katanya. Usai penetapan, sehari berikutnya adalah jadwal kampanye penyampaian visi misi dan program calon. Sehari kemudian, 17 November proses pelaksanaan pilkades. Meskipun masih landai, Bambang Kun mengatakan pihaknya tetap mengantisipasi untuk mencegah konflik antarpendukung calon kades.
Sebelum pembentukkan panitia pilkades di desa-desa, pihaknya sudah melakukan sosialisasi intensif untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban desa selama proses pilkades.
”Seandainya dalam pelaksanaannya panitia mendapatkan masalah, kami sarankan untuk segera konsultasi ke kami atau ke panitia pengawas di kecamatan masingmasing,” imbuhnya. Adapun panitia pengawas dipimpin oleh camat dengan sekretaris kasi pemerintahan dan anggota Danramil- /Kaposramil, Kapolsek dan Sekcam. Sementara itu, soal kesiapan dana pilkades, dari hasil pantauannya tidak terdapat kendala di seluruh desa.
Selain dana dari APBDes dan pihak ketiga dalam hal ini dari calon kades, Pemkab juga telah memberikan subsidi antara Rp 10 juta hingga Rp 12 juta. Adapun subsidi terbagi menjadi beberapa bagian. Untuk desa berpenduduk sedikit atau kurang dari 1.500 jiwa mendapat subsidi Rp 10 juta.
Desa dengan berpenduduk sedang atau antara 1.500 dan 3.500 jiwa menerima Rp 11 juta. Kemudian desa dengan penduduk banyak atau lebih dari 3.500 jiwa akan menerima subsidi Rp 12 juta. Khusus desa berpenduduk sedikit namun tidak memiliki bengkok akan menerima Rp 11 juta.(H82-17,15)

SEJARAH PURBALINGGA

WELCOME TO GHOSTNET-CREW.BLOGSPOT.COM

SEJARAH PURBALINGGA



Sejarah Kabupaten Purbalingga
Sebuah nama yang pasti tidak akan tertinggal ketika membicarakan sejarah Purbalingga adalah Kyai Arsantaka, seorang tokoh yang menurut sejarah menurunkan tokoh-tokoh Bupati Purbalingga.
Kyai Arsantaka yang pada masa mudanya bernama Kyai Arsakusuma adalah putra dari Bupati Onje II. Sesudah dewasa diceritakan bahwa kyai Arsakusuma meninggalkan Kadipaten Onje untuk berkelana ke arah timur dan sesampainya di desa Masaran (Sekarang di Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara) diambil anak angkat oleh Kyai Wanakusuma yang masih anak keturunan Kyai Ageng Giring dari Mataram.
Pada tahun 1740 1760, Kyai Arsantaka menjadi demang di Kademangan Pagendolan (sekarang termasuk wilayah desa Masaran), suatu wilayah yang masih berada dibawah pemerintahan Karanglewas (sekarang termasuk kecamatan Kutasari, Purbalingga) yang dipimpin oleh Tumenggung Dipayuda I.
Banyak riwayat yang menceritakan tenang heroisme dari Kyai Arsantaka antara lain ketika terjadi perang Jenar, yang merupakan bagian dari perang Mangkubumen, yakni sebuah peperangan antara Pangeran Mangkubumi dengan kakaknya Paku Buwono II dikarenakan Pangeran mangkubumi tidak puas terhadap sikap kakanya yang lemah terhadap kompeni Belanda. Dalam perang jenar ini, Kyai Arsantaka berada didalam pasukan kadipaten Banyumas yang membela Paku Buwono.
Dikarenakan jasa dari Kyai Arsantaka kepada Kadipaten Banyumas pada perang Jenar, maka Adipati banyumas R. Tumenggung Yudanegara mengangkat putra Kyai Arsantaka yang bernama Kyai Arsayuda menjadi menantu. Seiring dengan berjalannya waktu, maka putra Kyai Arsantaka yakni Kyai Arsayuda menjadi Tumenggung Karangwelas dan bergelar Raden Tumenggung Dipayuda III.
Masa masa pemerintahan Kyai Arsayuda dan atas saran dari ayahnya yakni Kyai Arsantaka yang bertindak sebagai penasihat, maka pusat pemerintahan dipiindah dari Karanglewas ke desa Purbalingga yang diikuti dengan pembangunan pendapa Kabupaten dan alun-alun.
Nama Purbalingga ini bisa kita dapati didalam kisah-kisah babad. Adapun Kitab babad yang berkaitan dan menyebut Purbalingga diantaranya adalah Babad Onje, Babad Purbalingga, Babad Banyumas dan Babad Jambukarang. Selain dengan empat buah kitap babat tsb, maka dalam merekonstruksi sejarah Purbalingga, juga melihat arsip-arsip peninggalan Pemerintah Hindia Belanda yang tersimpan dalam koleksi Aarsip Nasional Republik Indonesia.
Berdasarkan sumber-sumber diatas, maka melalui Peraturan daerah (perda) No. 15 Tahun 1996 tanggal 19 Nopember 1996, ditetapkan bahwa hari jadi Kabupaten Purbalingga adalah 18 Desember 1830 atau 3 Rajab 1246 Hijriah atau 3 Rajab 1758 Je.
Peninggalan Sejarah
Selain kekayaan budaya dan beberapa macam upacara tradisional, di Purbalingga terdapat berbagai peninggalan sejarah purbakala. Benda- benda purbakala tersebut tersebar di wilayah Purbalingga, antara lain :
  • Batu Lingga
Berada di desa Candinata Kecamatan Kutasari + 8 km dari kota Purbalingga, merupakan penginggalan nenek moyang.
  • Gua Genteng
Berada di desa Candinata Kecamatan Kutasari + 8 km dari kota Purbalingga. Gua ini letaknya di lereng bukit terbentuk dari lelehan lava yang membeku, gua ini kadang-kadang dikunjungi oleh orang-orang yang ingin bersemedi.
  • Giri Cendana
Berada di desa Kojongan kecamatan Bojongsari + 5 km dari kota Purbalingga. Merupakan makam Bupati Purbalingga yang bergelar Adipati Dipokusumo, Adipati Dipokusumo ini memegang tapuk pimpinan pemerintahan Kabupaten Purbalingga, yaitu Dipokusumo II,III, IV, V dan VI, sedangkan adipati yang pertama adalah Raden Tumenggung Dipayuda III, yang mulai memerintah pada saat ditetapkannya KabupatenPurbalingga pada tanggal 18 Desember 18830.
  • Gombangan
Berada di Dukuh Brubahan Desa Kajongan, Kecamatan Bojongsari + 5 km ke utara dari arah kota purbalingga. Merupakan tempat mandi yang berupa sumber mata air dan ramai dikunjungi pada malam hari, terutama pada malam jum?at kliwon. Menurut kepercayaan masyarakat, mata air tersebut dapat memberikan tuah bagi yang mandi ditempat ini dan konon awet muda, dapat mendapatkan jodoh dan naik derajat.
  • Sendang / Petirtaan
Berada di desa Semingkir, Kecamatan Kutasari + 7 km dari kota Purbalingga. Sendang ini konon dapat memberikan tuah bagi yang mempercayainya. Di kunjungi pada malam malam tertentu.6. MAKAM KYAI WILAH Berada di desa Karangsari kecamatan Kalimanah + 5 km dari kota Purbalingga. Merupakan tokoh beragama islam yang cukup berpengaruh. Tempat ini sering dikunjungi orang-orang yang ingin mendoakan dan mengharap berkah dan dilakukan pada waktu-waktu tertentu.
  • Batu Lingga, Yoni dan Palus
Berada di Desa Kedungbenda Kecamatan Kemangkon + 14 km dari kota Purbalingga. Merupakan peninggalan pada masa hindu.
  • Makam Narasoma
Berada di kelurahan Purbalingga Lor kecamatan Purbalingga
Petilasan Ardi Lawet.
Berada di Desa Panusupan Kecamatan Rembang + 30 km dari kota Purbalingga. Merupakan obyek wisata ziarah, karena sebagian besar pengunjungnya adalah para peziarah yang menginginkan berkah dari syekh Jambu Karang, seorang tokoh penyebar agama Islam di daerah Kab. Purbalingga. Di tempat ini terdapat kuku dan rambut Syekh Jambu Karang yang dikeramatkan. Hari-hari ramai adalah Rabu Pon, karena menjelang malam Jumat kliwon atau Kamis Wage diadakan upacara buku klambu dan yang paling ramai dikunjungi adalah Rabu Pon Bulan Suro. Untuk mencapai lokasi ke Ardi Lawet dapat ditempuh melalui dua jalur yaitu : Purbalingga Bobotsari Karanganyar Karangmoncol Rajawana Panusupan Ardi Lawet, atau Purbalingga Kaligondang Pengadegan Rembang Rajawana Panusupan Ardilawet.


Arti Logo

SEJARAH PURBALINGGA


LAMBANG DAERAH
1. Bentuk lambang daerah terdiri dari Lukisan dan Pita :
a. Bentuk perisai melambangkan perlindungan, kekuatan dan alat perjuangan untuk mencapai tujuan dan cita-cita.
b. Garis tepi perisai yang tebal berwarna biru tua, menggambarkan banyaknya sungai yang mengaliri wilayah Purbalingga, sehingga menjadikan daerah subur dan makmur.
c. Garis berkelok-kelok yang tidak terputus berwarna biru muda, mencerminkan kegiatan masyarakat Purbalingga yang dinamis dan kreatif dalam mencapai cita-cita dan kesempatan hidup, ibarat aliran sungai yang tidak ada henti-hentinya.
d. Pita dengan sasanti “PRASETYANING NAYAKA AMANGUN PRAJA” mencerminkan tekad segenap aparat pelaksana untuk membangun daerah dan negara guna lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat lahir, batin dan merata.
2. Pada perisai terdapat tulisan dan lukisan
a. Tulisan “PURBALINGGA” berwarna merah diatas dasar putih, mencerminkan sikap keberanian atas dasar kebenaran.
b. Lukisan senjata Tombak Bermata Delapan, melambangkan kekuasaan dan kebijaksanaan, yang dikiaskan dengan kata PURBA” (Purba atau Wasesa)
Tangkai tombak berwarna kuning emas mencerminkan kekuasaan, kebijaksanaan dan sarana mencapai tujuan, cita-cita, kemegahan, kesejahteraan dan keluhuran masyarakat serta daerah.
Jumlah mata tombak delapan melambangkan bahwa dalam menjalankan kekuasaan untuk mencapai tujuan dan cita-cita selalu berdasarkan kepada kepemimpinan Pancasila, yaitu melaksanakan delapan darma sebagaimana tersirat dalam HASTA BRATA, yaitu : Kismo (bumi), Dahana (api), Samirana (angin), Tirto (air), Akasa (langit), Candra (bulan), Raditya (matahari) dan Kartika (bintang).
c. Sebatang pohon kelapa yang melambangkan kata “LINGGA” dikiaskan dengan “LUGU - GLUGU” yang berarti batang pohon kelapa. d. Lukisan Pancaran Sinar, yang memancar ke 237 arah mempunyai maksud :
Mencerminkan sifat dasar ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa bagi masyarakat Purbalingga yang tersebar di 237 desa/kelurahan.
Sinar/Cahaya/Cahya/Ana-Cahya. Kata-kata tersebut dihubungkan dengan kata “CAHYANA” yang artinya adalah nama suatu tempat antara desa makam dan desa pekiringan yang kemudian berkembang menjadi nama suatu wilayah pemerintah (distrik) yang berpusat di Bukateja. Hal ini disamakan arti dengan Teja/Cahyana/Cahya yang berarti sinar. Ini dihubungkan dengan cerita atau babad sejarah Purbalingga.
e. Lukisan Tiga Pohon Beringin melambangkan tempat bernaung yang kokoh, kuat dan aman, sekaligus melambangkan tiga tempat cikal bakal leluhur masyarakat Purbalingga, yaitu : Ardi Lawet (terletak di daerah cahyana), Onje dan Wirasaba.
f. Disamping itu ada satu rangkaian lukisan yang tidak terpisahkan yang terdiri atas :
17 bunga kapas
Seuntai padi dengan 45 bulir padi
Sebuah rumah tikelan dengan lantai bertingkat lima dan 19 wilahan/balok
Setangkai tanaman andong dengan 8 helai daun


SEJARAH PURBALINGGA

Oknum PNS dan Mahasiswa Ditangkap, Karena Curi Motor di Purbalingga

WELCOME TO GHOSTNET-CREW.BLOGSPOT.COM


Oknum PNS dan Mahasiswa Ditangkap, Karena Curi Motor di Purbalingga



Oknum PNS dan Mahasiswa Ditangkap, Karena Curi Motor di Purbalingga




Purbalingga, Seruu.com - Citra Pemkab Purbalingga (Jateng) dipertaruhkan akibat ulah salah satu oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terlibat kasus pencurian sepeda motor. Filia Robby Yatyoga (25) oknum PNS yang bertugas di Sekretariat Daerah (Setda) ditangkap aparat Kepolisian Resort Purbalingga bekerjasama dengan Polres Wonosobo. 

Robby yang juga alumni sebuah perguruan tinggi kedinasan pemerintahan dan beralamat Jl Ketuhu RT 4 RW 3 Kelurahan Wirasana, Kecamatan Purbalingga, ditangkap bersama dua orang pelaku lainnya. Para pelaku ditangkap Sabtu (19/9/2013) pagi di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Oknum PNS dan Mahasiswa Ditangkap, Karena Curi Motor di Purbalingga


Dua rekan Robby yang ditangkap masing-maing Miswanto alias Wanto (33) warga RT 3 RW 5 Desa Patemon, Kecamatan Bojongsari dan Awal Dedi Fitriono (25) warga RT 24 RW 11 Desa Bandingan, Kecamatan Kejobong, mahasiswa tingkat akhir di salah satu universitas negeri di Semarang.



Kasat Reskrim Polres Purbalingga, AKP Sardji mengatakan, penangkapan ketiganya merupakan kerja sama dengan Polres Wonosobo. Penangkapan mereka bermula dari terjadinya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) milik Aditya Mega Laksana (22) warga RT 13 RW 4 Desa Brobot, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, Jumat (18/10) pukul 01.30 di depan warung sop ayam, Jl Kapten Sarengat, Purbalingga.



”Setelah laporan pencurian itu, kami berkoordinasi dengan seluruh jajaran Polres di Jateng perihal kejadian itu. Polres Wonosobo melakukan razia kendaraan bermotor di Wilayah Kalianget. Mereka menahan tiga orang pengendara sepeda motor dengan nomor polisi yang sama yang hilang itu," kata Sardji, Minggu (20/10).



Atas laporan penangkapan itu, anggota Satreskrim Polres Purbalingga bertolak ke Wonosobo dan menjemput ketiga tersangka ke Mapolres Purbalinga, Sabtu (19/10) sekitar pukul 04.30.



Dari keterangan tersangka, kasus ini mengembang Tempat Kejadian Perkara (TKP) curanmor di parkiran RSU dr Goetheng Tarunadibrata yang terjadi pada Rabu (16/10). Dari tangan mereka, polisi berhasil mengamankan barang bukti dua unit sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi R 3991 CL dan Yamaha Mio J tanpa plat nomor serta sepasang plat nomor R 3468 AL.



Menurut pengakuan Robby, modus yang dilakukan untuk mencuri motor tersebut adalah menggunakan kunci T. Mereka berkeliling ke tempat-tempat sepi untuk mencari motor yang terparkir tanpa pengawasan. Begitu mendapat sasaran, mereka lalu mengambilnya dengan merusak kunci terlebih dulu menggunakan kunci T.



"Saya terlilit hutang banyak karena game online dan bisnis MLM (Multi Level Marketing). Saya sudah mengeluarkan ratusan juta tapi belum lunas juga," kata Robby.



Demikian juga dengan dua rekannya. Awal Dedi Fitriono, mahasiswa tingkat akhir di salah satu universitas negeri di Semarang ini mengaku punya utang hingga 10 juta. Ia sendiri yang membuat kunci T yang digunakan untuk menjalankan aksi curanmor itu.



"Saya kan sering tongkrongan di bengkel. Saya beli kunci T itu pakai uang sendiri, lalu dibuat menyerupai obeng di ujungnya. Setelah untuk mencuri, saya buang ke Sungai Klawing," katanya.



Pelaku lain Miswanto mengaku nekat mencuri karena terbelit hutang Rp 6 juta. Kebetulan kedua temannya juga punya hutang, akhirnya mereka saling membantu untuk mencuri sepeda motor. Hasil curian itu sedianya akan di jual di salah satu orang di Wonosobo.



"Kami janjian lewat HP di Wonosobo. Saya dapat nomor orang itu (pembeli-red) dari teman saya. Saya baru kenal dan belum pernah ketemu," katanya.



Adapun untuk satu unit motor dihargai Rp 5 juta. Namun sebelum motor hasil kejahatan itu dijual, ketiganya ditangkap terlebih dulu oleh polisi. Kini mereka harus mempertangungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman penjara maksimal tujuh tahun 

Siapkan Dana 1 Miliar, Persibangga Belum Juga Dapat Pemain Asing

WELCOME TO GHOSTNET-CREW.BLOGSPOT.COM

Siapkan Dana 1 Miliar, Persibangga Belum Juga Dapat Pemain Asing

Siapkan Dana 1 Miliar, Persibangga Belum Juga Dapat Pemain Asing



Persibangga Purbalingga
LASKAR BRALING MANIA


PURBALINGGA – Persibangga sudah siap mengalokasikan dana sekitar 1 Miliar guna memperoh servis pemain asing. Namun begitu, sampai saat ini tim kebanggaan Kota Perwira belum juga mendapatkan tanda tangan legiun asing. Sesuai regulasi yang berlaku, Persibangga diperbolehkan menggunakan pemain asing maksimal 3 orang.
Untuk menghadapi Divisi Utama yang akan digelar mulai 2 Maret 2013, Persibangga setidaknya membutuhkan 30 pemain. Dari 30 pemain itu, sekitar 23 pemain domestik sudah mencapai kata sepakat dengan manajemen, sisanya tinggal menunggu 3 pemain asing dan pemain lokal untuk melengkapi skuad utama musim depan. General Manager Rokhman Supriyadi berharap, Persibangga segera mendapatkan pemain asing dan melengkapi skuad, sehingga akan lebih fokus terhadap kesiapan tim menuju kompetisi kasta kedua di Indonesia.
Beberapa pekan terakhir, Persibangga sudah memantau beberapa pemain asing, baik melalui seleksi langsung maupun lewat beberapa laga uji coba. Namun, sejauh ini kualitas para pemain itu belum sesuai harapan manajemen, sehingga belum ada yang diikat kontrak. Tidak dipungkiri, ada juga beberapa pemain yang berhasil mencuri hari manajemen, misalnya Ibi Kingsley dan Charles Orock. Tapi tawar-menawar nilai kontrak yang alot dengan pemain-pemain itu membuat negosiasi tak berujung kesepakatan.
Persibangga saat ini juga tengah bernegosiasi dengan stopper berusia 37 tahun, yaitu Patricio Jimenez. Pato, sapaan akrab Patricio bermain apik bersama Persibangga saat uji coba melawan Perseman Manokwari, dan berhasil mencetak gol lewat tendangan bebas. Pemain asal Cile itu mematok harga 550 juta per musim. Manajemen beranggapan, nilai tersebut terlalu tinggi untuk pemain seusianya yang sudah tidak muda lagi. Apabila tawar-menawar kali ini juga gagal, manajemen terpaksa melepasnya.


sumber : persibanggafc.com
Aangedryf deur Blogger.

Social Icons

Social Icons

MARI BERTEMAN SOB...!!

Featured Posts

 
Support : Mazkit | GUMIWANG | Underground
Copyright © 2013. BLOG INFORMASI - All Rights Reserved
Template Modifed by GHOST.NET Published by HORROR-INDO
Proudly powered by Blogger